


Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar kita dan tentunya memiliki peran dan pengaruh dalam kehidupan setiap makhluk .
Lingkungan dapat menjadi pondasi karena perannya yang sangat krusial dalam setiap aktivitas manusia. dalam lingkungan kerja disebut lingkungan organisasi yang tentunya memiliki budaya yang terukur untuk menata setiap struktur dan aturan sebagai batasan dalam berorganisasi.
namun tahukah kita bahwa lingkungan baik eksternal maupun internal ternyata sangat mempengaruhi kualitas kerja setiap individu, mengapa demikian sebab lingkungan mampu menghadirkan motivasi maupun kemunduran ide atau pesimistis dalam menjalani, artinya lingkungan patut menjadi perhatian dalam lingkup dunia kerja. mempersempit ruang lingkupnya, mari kita melihat bagaimana lingkungan mempengerahui kualitas kerja pada organisasi maupun perusahaan.
budaya organisasi perusahaan yang profesional tidak ditentukan apakah perusahaan tersebut bonafit atau berada pada level menengah, yang pasti bila ingin memperoleh kualitas kerja yang baik, maka pastikan semua kebutuhan dan fasiltas tersedia untuk mendukung aktivitas dunia kerja. Bila semua fasilitas tersedia maka mari telisik perihal lingkungan yang meliputi perilaku pekerja, perilaku manajemen, dan perilaku para pimpinan karena sejalan dengan hasil riset yang saya lakukan dalam satu tahun terakhir ternyata hal ini menempati urutan pertama. gaji yang tinggi tidak menjamin kualitas kerja bila tidak didukung oleh lingkungan kerja yang baik, terlebih bila tidak tercipta kenyamanan dan keamanan.
lingkungan kerja itu tidak hanya mengacu pada tempat, melainkan pada seluruh aspek lingkungan itu terutama orang –orang yang ada dalam lingkup pekerjaan itu, sejauh mana hubungan dan kerjasama antara individu , tim maupun dengan manajemen, dan ada hal yang tak boleh luput dalam mengelola manajemen kerja yakni asas keadilan dalam berbagai aspek dunia kerja. keadilan yang merata bagi para pekerja juga ikut serta mempengaruhi setiap individu untuk menunjukkan potensi kerjanya yang dapat dilihat dari outputnya.
Keadilan kerja tidak hanya fokus pada salary semata melainkan pada tahap pembagian tugas, perilaku atau komunikasi organisasi.
meski lingkungan dibagi menjadi dua yakni eksternal maupun internal, namun harus diperhatikan bahwa lingkungan internal perusahaan memegang pengaruh utama untuk membentuk stigma pekerja dalam melakoni aktivitasny. perusahaan dalam memberikan akses penciptaan lingkungan yang baik akan menjadi penentu kualitas kerja setiap individu, karena kualitas kerja dapat didorong dari upaya terciptanya lingkungan yang mumpuni bagi pihak – pihak yang bernaung di perusahaan.
semua ini tentunya diramu dalam sistem Manajemen sumber daya manusia, sehingga aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi menjadi bagian utama dalam keberlangsungan organisasi
kuncinya adalah bila ingin memperoleh kualitas kerja yang baik sesuai dengan target maka haruslah menciptakan lingkungan kerja yang baik dalam berbagai aspek. bila lingkungan baik maka akan tercipta ketentraman, sitausi yang nyaman, aman, akan menghasilkan produktivitas yang tinggi serta mengasa potensi dan turut mendorong pemikiran – pemikiran jenius.
Ditulis oleh : Sartika Muchtar (Alumni Pasca Sarjana UMI Makassar)
