


Terkinisulsel.com- Sejumlah aksi unjuk rasa bakal mewarnai Kota Makassar pada Senin (25/8/2025).
Berdasarkan informasi yang diterima fajar.co.id, sedikitnya 11 kelompok akan turun ke jalan, menyuarakan berbagai isu mulai dari dugaan korupsi hingga peredaran kosmetik ilegal.
Aksi pertama dijadwalkan dimulai pukul 09.00 Wita. Publik Research Institute (PRI) akan menggelar demonstrasi di Kantor Kejati Sulsel dan Polda Sulsel.
Mereka memprotes dugaan korupsi proyek pembangunan gedung perpustakaan di Kabupaten Pangkep.
Sekitar pukul 10.00 Wita, giliran Koalisi Masyarakat dan Pemuda Sulsel yang menggelar aksi di Polda Sulsel.
Mereka menuntut keadilan terkait dugaan kriminalisasi hukum terhadap Zainuddin.
Tak lama berselang, pukul 11.00 Wita, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel juga bakal menggelar aksi di Polda Sulsel dan Kantor BPOM Makassar.
Mereka menyuarakan protes atas dugaan peredaran kosmetik ilegal.
Gelombang aksi semakin besar siang harinya. Tepat pukul 13.00 Wita, beberapa kelompok bergerak serentak di sejumlah titik.
Di antaranya Koalisi Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Sulsel yang memilih Kantor Cabang salah satu Bank dan Polrestabes Makassar sebagai titik aksi.
Mereka memprotes dugaan premanisme yang diduga melibatkan pejabat Bank di Malili, Luwu Timur.
Di jam yang sama, Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum juga turun ke jalan.
Mereka mendatangi Kantor DPW PPP Sulsel dan kawasan Flyover Makassar. Isu yang mereka angkat adalah dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia dan OJK.
Masih pukul 13.00 Wita, Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) menyasar Kantor Pertamina Regional VII, SPBU Abdesir, dan Polda Sulsel. Mereka mengungkap dugaan adanya praktik mafia BBM bersubsidi.
Di waktu bersamaan pula, Laskar Arung Palakka yang membawa massa terbesar, sekitar 700 orang, akan menggelar aksi di Kejati Sulsel.
Tuntutan mereka terkait dugaan korupsi pokok pikiran (Pokir) APBD DPRD Kabupaten Bone tahun anggaran 2024.
Tak berhenti di situ, Federasi Rakyat Demokrasi Makassar (FREEDOM) juga bergerak ke pertigaan Hertasning-Pettarani. Mereka menuntut pengesahan UU Perampasan Aset.
Kesatuan Rakyat Menggugat (KERAMAT) tidak ketinggalan. Mereka mendatangi Kantor Gubernur Sulsel dan DPRD Sulsel untuk menyerukan aksi Reformasi Jilid II.
Di titik yang sama, Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat juga dijadwalkan menggelar aksi sejak pukul 10.00 Wita.
Isu yang mereka angkat adalah pembatalan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.
Aksi lain dijadwalkan pukul 14.00 Wita oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat. Mereka bergerak ke RS Cahaya Medika dan Dinas Kesehatan Makassar.
Tuntutannya, dugaan ketiadaan instalasi pengolahan limbah di rumah sakit tersebut.
Dengan banyaknya titik aksi dan massa yang tersebar, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin mengimbau pengguna jalan agar mewaspadai potensi kemacetan.
Khususnya di kawasan Kantor Gubernur, DPRD Sulsel, Flyover, Jalan Pettarani, serta Urip Sumohardjo.
"Tentunya kita himbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk hindari jalur-jalur yang berpotensi terjadi kemacetan apabila terjadi unjuk rasa, supaya perjalanan tidak terganggu," kata Wahid kepada fajar.co.id, Senin (25/8/2025).
Ditekankan Wahid, imbauan tidak hanya ditujukan kepada pengguna jalan. Tapi juga bagi pengunjuk rasa agar tetap kondusif saat menyampaikan aspirasinya.
"Itu yang terpenting, tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasinya," tandasnya.
Artikel: fajar.co.id
