


terkinisulsel.com,- Sampah plastik yang mengganggu kelestarian lingkungan dapat dikelola dengan baik dan berubah menjadi berkah yang bermanfaat bagi banyak orang.
Dengan sentuhan kreativitas, sampah plastik sekali pakai dapat diolah menjadi produk berkualitas yang mendatangkan keuntungan finansial sekaligus memberdayakan masyarakat.
Inovasi kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) itulah yang dilakukan Akmal Idrus dalam dua tahun terakhir di Makassar, Sulawesi Selatan, melalui usaha sosial bernama Rappo.
Rappo adalah bisnis daur ulang yang mengubah plastik sekali pakai menjadi produk tas unik dan bernilai ekonomi. Produk-produk Rappo kini telah menjadi pilihan sejumlah korporasi dan dipasarkan di berbagai kota di Indonesia.
Berbeda dengan kebanyakan anak muda, sejak awal merintis, Akmal memang bertekad mengembangkan bisnis yang dapat memberikan kontribusi dan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Ia tak ingin hanya sekadar mencari keuntungan, seperti yang dilansir dari kompas.com.
Tekad tersebut didorong kegelisahannya terhadap tantangan yang ada di sekitar, khususnya pada awal masa pandemi Covid-19.
Pada saat itu, banyak sampah plastik tidak dimanfaatkan. Di sisi lain, tak sedikit pula masyarakat terhimpit secara ekonomi.
“Ide daur ulang sampah kantong plastik berawal dari aktivitas saya sebagai er di Kejar Mimpi Makassar, sebuah komunitas yang diinisiasi oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yang memiliki perhatian besar terhadap sustainability,” kata Akmal.
Ia menyebutkan, komunitas tersebut mengasah wawasan dan kepekaan sosialnya. Dengan demikian, Akmal terus tertantang untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah yang ada di sekitar.

“Setelah melalui beberapa kali uji coba, akhirnya saya memilih untuk mengembangkan usaha daur ulang sampah plastik,” ujarnya.

Dengan sabar dan tekun, Akmal melewati tahun-tahun pertama yang berat, mulai dari mengembangkan produk, belajar mengelola usaha dengan baik, melakukan pendekatan ke masyarakat, memberikan pelatihan kepada mitra, hingga memasarkan produk ke berbagai korporasi dan daerah.
Baru di tahun kedua, ia mulai lega karena usaha sosial Rappo semakin berkembang.
Akmal menuturkan, nama “Rappo” diambil dari bahasa Makassar yang berarti buah. Ia berharap, usaha sosial yang dibuatnya dapat membuahkan hasil dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk memajukan Rappo, Akmal terus berkolaborasi dengan para penjahit lokal dan masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Salah satunya, dengan membangun Rappo Impact Center di pesisir Desa Nelayan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Tempat tersebut dijadikan wadah bagi para mitra untuk memproduksi tas.

Di Rappo Impact Center, Akmal menjadikan kaum perempuan sebagai mitra dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman serta keahlian menjahit sehingga dapat membuat produk daur ulang Rappo yang berkualitas.
Berkat keahlian itu, para mitra juga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya karena memiliki penghasilan tambahan dari tas yang dijual oleh Rappo.
Akmal menyebutkan, selain membuka lapangan pekerjaan, ia juga secara berkesinambungan memberikan pemahaman literasi keuangan kepada mitra dan keluarganya.
Hal tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan keuangan keluarga menjadi lebih baik.
Kini, Rappo memiliki belasan mitra untuk memproduksi tas daur ulang. “Saya berharap bisa membuka Rappo Impact Center untuk mendukung pengembangan kemampuan kaum wanita di berbagai daerah lain,” terangnya.
Mengusung konsep upcycle, useful, dan unique, produk-produk tas Rappo banyak diminati masyarakat, termasuk kalangan korporasi. Jaringan penjualan pun terus meluas.
Saat ini, produk tas Rappo bisa ditemukan di toko offline dan e-commerce. Rappo juga terus mengembangkan laman www.rappoindonesia.com untuk memudahkan masyarakat memesan tas tersebut.
Dengan perkembangan bisnis dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang semakin meningkat, Akmal pun yakin, usaha sosial yang dirintisnya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar, khususnya bagi masyarakat yang kurang beruntung.

Ia juga berterima kasih kepada para konsumennya, termasuk CIMB Niaga yang memberikan inspirasi sekaligus mendukung usahanya terus maju.
Artikel: kompas.com
