Caption :

Film “A Perfect It”

Editor : Admin Web | Dipublish pada tanggal 23 July 2021

Ketika Adat Menjadi Penyelamat Cinta

Oleh Jeri Wongiyanto (Pengamat Film)

TERKADANG cinta terhalang oleh adat istiadat, tak sedikit cinta harus terpisah hanya karena tembok adat yang begitu tebal. Namun dalam film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu yang skenarionya ditulis Garin Nugroho, justru kekuatan adat menjadi penyelamat cinta. Bagaimana bisa?
“A Perfect It” adalah kisah cinta yang cukup klise namun digarap apik sebagai genre drama romantis oleh Hadrah yang membingkainya dengan banyak balutan pesan moral tentang kehidupan.

Ditambah naskah Garin Nugroho yang sengaja mengangkat adat istiadat serta budaya sebagai unsur yang kuat. Kisahnya ringkas, ringan namun padat. Scene demi scene berpadu dengan sangat baik. Romansa Bali yang magis dan mempesona akan menyihir penonton.
Kisah berawal dari pasangan seorang blogger fashion Saski (Nadya Arina) dan anak pengusaha hotel Deni (Giordino Abraham) yang tengah merencanakan pernikahan mereka. Suatu hari Saski tanpa sengaja bertemu dengan Hadra (Christine Hakim) yang meramal masa depannya lewat daun lontar. Di sinilah perjalanan Saski dimulai, membawanya ke hal baru yang tak pernah dibayangkan dan disadari.

Saski bertemu kemudian dengan Rio (Refal Hady) pemilik toko sepatu. Pertemuan ini diawali dengan kesialan yang justru membuka semua tabir yang tak disangkanya. Di tengah persiapan pernikahan yang disesuaikan dengan adat dan kepercayaan, Saski dan Rio justru terlibat kisah cinta yang akan membawa mereka ke berbagai konflik.
Walaupun kisahnya tidak terlalu istimewa, juga alur yang mudah ditebak, namun film ini mampu membuat penonton larut dalam suasana romantis, sutradara Hadrah sepertinya tahu betul bagaimana menyenangkan hati penonton sekaligus mengaduk aduknya. Apalagi di dukung dengan kepiawaian akting para pemeran yang memukau dan memikat.

Film yang diproduksi bersama Netflix dan Starvision ini juga menampilkan banyak sisi lain dari adat Bali dan juga adat Makassar yang jarang disaksikan. Dan seperti biasa Garin yang suka bermain dengan simbol simbol budaya juga akan menebar banyak simbol di film ini, semisal daun lontar yang dipakai sang peramal dan juga Ibu Siska (Ayu Laksmi) sebagai seniman pembaca lontar.

Dalam budaya Bali, daun lontar adalah sarana yang dipercaya bisa melihat masa depan, namun segala sesuatunya harus selaras dengan pembacaan lontar, jika ingin ke depannya berjalan dengan lancar.

A Perfect It, kini tengah tayang di Netflix sejak pekan lalu. Selamat menyaksikan kisah romantis dan sisi lain pulau dewata yang tak kalah indah. (*)

About Us

Terkinisulsel.com merupakan media siber yang dikemas secara faktual, akurat dan terpercaya di Era Transformasi Digital Saat ini

Social Link

Office

Jl. Sultan Alauddin Alauddin Makassar - 90221

terkinisulselofficial@gmail.com

081222445118

2013 - 2026 © terkinisulsel.com Dev By Makassar Website 

hello world!
envelopecross